SALAH

Orang benar dan bijak sedih menyadari dirinya bersalah. Kesalahan memang mengganggu nurani. Tidak jarang membuat hampir putus asa. Namun, kesalahan berperan dalam kehidupan.

Berapa orang menyadari bahwa kehidupan ini berkembang karena kesalahan? Bukankah ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang karena para ilmuwan menemukan kelemahan, kekurangan dan kesalahan? Albert Einstein dan Thomas Alva Edison pun menjadi orang hebat lewat tekun menghadapi kesalahan. “Error is discipline through which we advance” (William Ellery Channing).

Barangsiapa ingin maju dan berkembang perlu berani menghadapi kesalahan. Pendidikan yang baik antara lain tampak dalam cara mengolah kesalahan-kesalahan. Bukan dalam takut salah melangkah, berhenti pada menghukum orang bersalah; apalagi mencari-cari kesalahan.

Pendidikan yang mendewasakan membantu seseorang berani mengakui dan menerima kesalahan diri, selanjutnya membenahinya. Itulah yang Yesus lakukan tatkala menghadapi orang berdosa (Yoh 7:10-11). Lebih mendasar lagi, Dia datang untuk orang berdosa (bersalah), bukan untuk mereka yang selalu merasa diri bersih (Mat 9:13).

Semangat kasih Allah akan pendosa tampak dalam diri Yesus. Allah memanggil manusia untuk bertobat. Hanya dengan memperbaiki kesalahan dan kembali kepada-Nya manusia diselamatkan. Demikianlah perjalanan hidup manusia menjadi rangkaian belajar terus-menerus memperbaiki kesalahan. “The first step in a person’s salvation is knowledge of their sin,” kata Lucius Annaeus Seneca.

Bagaimana realitanya? Banyak orang enggan mengakui kesalahannya. Sebagian malah bersikeras dan berbangga atas kekeliruannya. Lebih jelek lagi, orang kehilangan kepekaan atas dosa-dosanya?

Mengapa demikian? Karena setan senantiasa meyakinkan bahwa dosa itu tidak ada. Benarlah ungkapan ini: “To err is human, to persist in error is diabolical”. Bersalah itu manusiwai, tetapi bersikeras dalam kesalahan adalah setani.

Apakah kita mempunyai semangat mengakui kesalahan dan bertobat serta memperbaikinya?

Angers, Perancis (3 Agustus 2014)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *