MONYET

Di mana paling mudah menemukan monyet? Di rumah tetangga yang memeliharanya. Bisa pula orang pergi ke Taman Safari atau ke hutan yang banyak monyetnya. Cara itu masih tidak praktis dan mungkin membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Ternyata, orang bisa menemukan monyet dalam dirinya. Apakah berarti dirinya adalah monyet dan setiap kali bercermin seseorang melihat monyet?

Banyak monyet mudah dijumpai dalam doa dan meditasi. Bukankah sewaktu berdoa atau bermeditasi orang sering “ngelantur” mengikuti demikian banyak pikiran atau lamunan yang melompat dari satu tempat ke tempat lain seperti monyet? Betapa sulitnya mengendalikan monyet-monyet itu.

Tidak sedikit orang merasa frustrasi tatkala menjumpai doanya dalam situasi seperti ini. Ada pula yang akhirnya memutuskan untuk berhenti bermeditasi. Apa gunanya berdoa dan bermeditasi kalau setiap kali orang terjebak dalam kondisi ini? Doa terasa sia-sia, hanya membuang waktu saja.

Orang-orang kudus pun ternyata memiliki pengalaman serupa. Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus kerap tertidur di kapel sewaktu berdoa. Santa Teresa dari Avila, sang guru rohani juga sering melantur dalam meditasi. Apakah mereka menyerah dan berhenti berdoa? Seandainya ya, tentu Gereja tidak akan menggelari mereka sebagai orang suci.

Bruder Lauren (1610-1691), seorang Karmelit dari Perancis yang sangat terkenal dengan pengalamannya akan kehadiran Allah menasihati:”Let it be your business to keep your mind in the presence of the Lord. If your mind sometimes wanders and withdraws itself from Him, do not become upset. Trouble and disquiet serve rather to distract the mind than to re-collect it. The will must bring it back in tranquility. If you persevere in this manner, God will have pity on you.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *