Dasar

Orang bijaksana meletakkan landasan yang kuat sebelum membangun rumahnya (Mat 7:24-27). Betapa hebat bangunan di atas tanpa fondasi yang kuat akan mudah ambruk.

Bagaikan sebuah rumah negara juga membutuhkan dasar. Kita memiliki landasan kuat yang menopang berdirinya Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni Pancasila. Bung Karno mengatakan bahwa Pancasila ialah dasar negara dan falsafah bangsa Indonesia (Philosophische Grondslag). Pancasila digali dari kearifan lokal suku-suku bangsa Indonesia. Pancasila itu asli milik bangsa Indonesia; pandangan hidup sekaligus cita-cita bangsa Indonesia.

Meragukan Pancasila dan menggantinya dengan ideologi lain bagaikan membongkar fondasi rumah. Itu berarti menghilangkan dan menggantikan negara dan bangsa Indonesia. Sangat berbahaya. Harus dihindarkan; jangan sampai terjadi.

Seluruh bangsa Indonesia, baik tua maupun muda mesti menggali, memahami dan menghayati Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Syukurlah, bahwa reformasi yang terkesan hendak menolak Pancasila telah kembali ke relnya. Kaum muda menyadari dan mengakui pentingnya Pancasila bagi eksistensi NKRI.

Seperti setiap rumah tangga kokoh karena kesetiaan kepada perjanjian perkawinan, demikian pula negara Indonesia berdiri kuat ketika bangsa Indonesia bersatu setia menghayati Pancasila. Organisasi hidup dan berkembang ketika warganya menghayati nilai-nilai yang dirangkum dalam visi dan misi. Demikian pula bangsa Indonesia hanya akan tumbuh teguh tatkala setia kepada Pancasila.

Penyalahgunaan Pancasila di masa lalu bukanlah alasan untuk menyingkirkannya dari panggung kehidupan bangsa. Semua langkah salah dalam sejarah mestinya mengajar bangsa untuk sadar dan terus berbenah.

Pancasila dihayati bukan hanya untuk membangun Indonesia merdeka, makmur dan damai sejahtera. Keberhasilan dalam menghayatinya akan menghantar bangsa Indonesia sukses mengambil bagian dalam menata dan membangun dunia.

Keluarga, sekolah, masyarakat bertanggungjawab untuk memperkenalkan, menanamkan dan menumbuhkan semangat Pancasila. Dengan demikian pembangunan Indonesia tetap kuat terikat pada kearifan lokal tanpa tertinggal arus global. Selamat merayakan Hari Lahirnya Pancasila!

Universitas Katolik Widya Karya, Malang

1 Juni 2016

Hari Lahirnya Pancasila.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *